08/05/10

Sepuluh Rahasia Menjadi Orang yang Selalu Beruntung

by roniyuzirman
“Everything in life is luck”, kata Donald Trump.
Jika kita baca riwayat para miliarder, banyak yang mengatakan bahwa kesuksesannya adalah karena keberuntungan, luck.
Carl Jung mendefinisikan fenomena keberuntungan itu sebagai rentetan sinkronisitas. Orang yang beruntung adalah orang yang mengikuti aliran (flow) dalam hidupnya. “As you flow grows, your luck grows”, katanya.
Orang-orang yang sukses itu mengetahui dan mengikuti aliran tertentu di mana mereka bertumbuh dan menciptakan keberuntungan.
Pertanyaannya, apa saja aliran-aliran yang harus diikuti?
Saat ini di tangan saya sudah ada buku yang menjawabnya.
Saya beruntung sekali mendapatkan kesempatan pertama untuk menikmati buku yang dikirim oleh penulisnya, Sucipto Ajisaka, salah satu member TDA yang tinggal di Surabaya.
Wallace D. Wattles dalam buku The Science of Getting Rich merumuskan bahwa untuk menjadi orang sukses harus think, feel and act in a certain way.
Nah, buku ini juga mencoba menjawab pertanyaan itu dengan menyampaikan pesan bahwa jika kita ingin menjadi orang yang menjadi magnet keberuntungan, kita harus think, feel and act in a certain way juga.
Ada 10 “rahasia” yang diungkap dengan jelas dan gamblang di dalam buku berjudul Becoming A Magnet of Luck (BeaMaL) ini:
1. Bangun dan perbesarlah jejaring anda. Bangunlah network. Jalinlah silaturahmi dengan siapa saja. Di TDA saya selalu mengatakan bahwa silaturahmi membawa rezeki. Kurang lebih seperti itulah maknanya. Orang-orang yang sukses adalah mereka yang banyak teman dan gemar bersilaturahmi.
Di buku ini dijelaskan secara detil apa manfaat dari jejaring itu. Bagaimana membangun jejaring. Plus bagaimana memanfaatkan teknologi guna membangun jejaring.
2. Berpetualanglah mencari hal-hal baru. Mereka yang gemar berpetualang selalu punya rasa ingin tahu yang tinggi dan terbuka dengan hal-hal baru. Berpetualang akan membuka kemungkinan-kemungkinan, termasuk keberuntungan ke dalam hidup kita.
Saya jadi teringat dengan tokoh di novel The Alhemist karya Paulo Cuelho. Ia berpetualang mengikuti kata hatinya dan akhirnya menemukan keberuntungannya.
3. Banyak memberi dan melayani. Pertanyaan menarik yang dijawab di buku ini adalah mengapa dengan memberi kita bisa mengundang keberuntungan? Bagaimana membangun semangat memberi? Bagaimana membangun mentalitas kelimpahan (abundance)?
4. Memiliki tujuan. Bagaimana kekuatan tujuan dapat memudahkan kita mengundang keberuntungan?
5. Fleksibel dan rileks.
6. Mengikuti dan mengasah intuisi.
7. Memiliki sikap positif.
8. Bertumbuh dan belajar.
9. Berani mengambil tindakan.
10. Tuhan jualah yang menentukan.
Setelah saya buka-buka, buku ini mengungkap rahasia menjadi magnet keberuntungan ini dengan sistimatis, lengkap, dan penuh dengan rujukan dan contoh kisah orang-orang yang secara sadar atau tidak telah menerapkan kesepuluh rahasia itu.
Buku ini berhasil mengungkap bahwa keberuntungan yang sering disebut sebagai hoki, luck atau fortune itu bukanlah terjadi secara kebetulan, untung-untungan atau terkait dengan ramal-meramal. Keberuntungan juga tidak terkait dengan tahayul, feng shui.
Keberuntungan adalah tentang sikap, perilaku dan tindakan yang tepat.
Dengan demikian keberuntungan akan menjadi hak semua orang yang mengetahui dan mempraktekkan ke sepuluh rahasia itu.
Penasaran dengan isi bukunya? Silakan temukan buku penting terbitan Lutfansah Mediatama dan CEO Publishing ini di toko-toko buku terdekat. Mudah-mudahan sudah tersedia.
Penulisnya sendiri, Sucipto Ajisaka adalah alumnus Teknik Nuklir UGM Jogja dengan predikat cum laude dan MBA dari Prasetiya Mulya Business School. Berpengalaman lebih dari 15 tahun sebagai praktisi bisnis dan manajemen.
Beckham adalah orang yang LUCKY.
Apa sih penentu keberuntungan seorang striker sepak bola? Tentu, dia bisa menendang bola tepat pada sasarannya adalah karena ia sering berada di tempat yang tepat pada saat yang tepat (the right place at the right time).
Roger Hamilton di buku terakhirnya Your Life Your Legacy , menuliskan bahwa untuk mendapatkan LUCK itu perlu 4 pondasi, yaitu Location, Understanding, Connection, Knowledge.
LOCATION – Kita harus selalu berada di tempat yang tepat di saat yang tepat. Banyak orang yang setiap harinya sibuk ke sana kemari tapi tanpa di sadarinya ia berada di tempat yang salah dan waktu yang salah. LUCK berawal dari kemampuan kita memilih untuk selalu berada di tempat yang tepat di saat yang tepat. Contohnya Beckham itu. Makanya ia sering mencetak gol.
UNDERSTANDING – Setelah kita berada di tempat yang tepat dan waktu yang tepat, tugas kita selanjutnya adalah seperti Beckham: menendang bola itu supaya goal, atau TAKE ACTION. Banyak di antara kita hanya duduk menyaksikan pertandingan sebagai penonton. Kita harus jadi pemain yang menendang bola. LUCK datang bagi mereka para pemain, bukan penonton.
CONNECTIONS – Kita mengerti bahwa tugas kita sebagai pemain sepak bola adalah menendang bola ke dalam gawang. Kita memulai bisnis bertahun-tahun, tapi kok bolanya nggak datang-datang? Kita terus menunggu, menunggu dan menunggu bertahun-tahun. Beckham berhasil menendang bola yang berasal dari umpan pemain lain. Artinya, ia mendapatkan koneksi dari teman-teman satu timnya.
Para multi miliarder itu berhasil menendang bola ke dalam gawang mereka adalah berawal dari koneksi yang dibangun selama bertahun-tahun. Koneksi, menurut Roger Hamilton berbeda dengan jaringan (network). Banyak di antara kita memiliki network yang begitu luas, tapi penuh dengan penonton (spectators), bukan pemain. Makanya, peluang itu tidak kunjung datang.
KNOWLEDGE – Bola yang datang ke kaki kita tidak ada artinya kalau kita tidak tahu cara menendangnya. Semua peluang yang datang ke arah kita tidak ada artinya jika kita tidak tahu bagaimana memanfaatkannya.
Untuk mengetahui bagaimana cara menendang bola adalah dengan menjadi pemain. Semakin banyak bermain, semakin tahu. Semakin dini kita bermain di lapangan, semakin cepat juga kita mendapatkan keberuntungan (luck) itu.
Semoga bermanfaat.
I find that the harder I work, the more luck I seem to have.”
Thomas Jefferson
“If you want more luck, take more chances.
Be more active. Show up more often.”
Brian Tracy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar