02/06/10

OBAT TRADISIONAL UNTUK MENGHILANGKAN PENYAKIT POLIP TANPA OPERASI

Apabila dalam lubang hidung Anda tumbuh daging kecil yang semakin lama semakin membesar, maka berhati-hatilah karena hal se perti itu adalah pertanda bahwa Anda telah terkena penyakit polip yang kalau dibiarkan saja lama-lama akan menyumbat lubang hidung.

Menurut ilmu kedokteran, untuk menyembuhkan atau menghi langkan polip ini haruslah dilakukan dengan jalan operasi, yaitu de ngan memotong daging yang tumbuh tersebut.

Namun apabila Anda takut untuk menjalankan operasi atau ti dak punya biaya yang cukup,. Anda bisa mencoba resep berikut:

  1. 20 butir cengkeh.
  2. 10 lembar daun sirih.
  3. 6 heiai daun serai,
  4. Jahe secukupnya, dan
  5. Air perasan jeruk nipis.

Caranya :

1. Air jeruk nipis direbus bersama-sama dengan semua bahan yang drsebutkan diatas sampai mendidih.

2. Biarkan airnya menyusut sampai kira-kira tinggal 1/2 cangkir. Setelah itu disaring lalu diminum airnya bila sudah dingin.

3. Lakukan hal ini setiap pagi selama 1 bulan berturut-turut. Insya Allah polip akan mengempis dengan sendirinya.


01/06/10

Alergi Tingkatkan Imunitas Terhadap Kanker

VIVAnews - Penderita alergi seringkali merasa terganggu dengan rasa gatal yang atau sakit. Namun, sebuah studi terbaru mengungkap, alergi ternyata membuat pertahanan tubuh lebih baik dan menjauhkan risiko terkena kanker dibanding orang yang tidak mengalami alergi.

Menurut ahli, alergi membantu menstimulasi sistem kekebalan tubuh dan membantu mencegah kondisi fatal seperti kanker. Seperti dimuat dalam Daily Mail, penderita asma memiliki risiko terkena kanker ovarium 30 persen lebih kecil dari pada orang yang tidak menderita asma. Anak-anak yang mengalami alergi debu di udara memiliki risiko kanker leukimia lebih kecil 40 persen daripada anak-anak lainnya.

"Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menganalisis bahwa alergi memberi perlindungan secara signifikan," kata Dr Zuber Mulla, Epidemiologis di Texas Tech University.

Penelitian medis telah lama mencurigai adanya hubungan antara kanker dan alergi, namun dengan hasil beragam. Dokter di Cornell University Amerika menemukan anak-anak dengan alergi udara juga berisiko lebih kecil terkena kanker tenggorokan, kulit, paru-paru dan usus.

Penelitian lain menunjukkan adanya hubungan antara rendahnya risiko limfoma non-Hodgkin dengan kanker perut. Peneliti Harvard memperlihatkan adanya hubungan antara kanker otak dengan asma, eksim, dan alergi debu jerami. Sebuah studi di Kanada menunjukkan, alergi atau demam jerami menurunkan risiko kanker pankreas hingga 58 persen.

"Alergi adalah aktivasi umum sistem kekebalan tubuh kita. Penelitian membuktikan, ada hubungan antara kanker dan alergi," kata Dr Ronald Crystal, kepala perawatan di Weill Cornell Medical Centre. (umi)