14/12/10

Cegah Demensia? Banyak Baca, Santap Menu Sehat, dan Optimis!

REPUBLIKA.CO.ID, Jika saja orang-orang yang berusia lebih mudah mengikuti saran itu, jutaan penduduk dunia dapat menghindari, atau setidaknya menunda kondisi pelemahan otak di usia senja, demikian ungkap sebuah studi.

Demensia membuat penderitanya sangat tergantung dengan orang lain, karena mereka tak sekedar mengalami penuaan atau pikun pada umumnya lansia. Penderita demensia bahkan bisa tak ingat tempat yang didatangi sehari-hari, aktivitas yang dilakukan barusan, saudara bahkan dirinya sendiri. Penyakit ini dikenal pula dengan sebutan Alzheimer.

Ternyata, efek gabungan dari tiga hal, membaca, pola makan sehat dan menjaga semangat hidup tetap tinggi alias tak gampang depresi akan melampaui semua kemungkinan teoritis dalam upaya menekan gen yang dikenal meningkatkan risiko demensia, masih menurut riset yang dipubliksikan pekan lalu di British Medical Journal.

Neouropsikologis dari French National Institute of Medical Research, Karen Ritchie, yang memimpin riset mengkaji bagaimana kemampuan kognisi 1.433 responden di Montpellier berubah dalam periode tujuh tahun. Semua partisipan studi telah memasuki usia pensiun.

Mereka ditanyai serangkaian pertanyaan tentang gaya hidup, riwayat medis dan latar belakang pendidikan, juga kebiasaan membaca.

Hasil menunjukkan bahwa seberapa besar latihan intelektual yang dilakukan seseorang ternyata berdampak luar biasa dalam kecenderungan mereka mengembangkan demensia.

Mereka yang memiliki skor kebiasaan membaca lebih rendah memiliki risiko 18 persen lebih tinggi untuk mengalami "kerusakan kognisi rendah". Sementara mereka yang mengalami depresi juga berisiko 10 persen lebih tinggi mengembangkan demensia. Padahal pemicu internal, yakni gen yang diasosiasikan demensia, hanya meningkatkan risiko hingga 7 persen.

Sedangkan mereka yang rajin mengonsumsi buah-buahan dan sayur kurang dari dua kali sehari memiliki 6,5 persen untuk mengidap demensia. Diabetes juga menjadi faktor nyata yang meningkatan risiko 5 persen dibanding yang tidak.

Dengan sekitar 820 manula yang saat ini hidup dengan demensia di Inggris, pakar telah memprediksi penggandaan jumlah pada 2050. Meski statistik mentah mengindikasikan aktivitas intelektual adalah faktor yang paling penting, studi mencatat cukup sulit untuk memisahkan sebaik apa dampak membaca berdasar genetika dan berdasar pendidikan.

"Dengan tidak ada jawaban akurat, studi menyatakan demi kesehatan, masyarakat di segala usia perlu didorong melakukan aktivitas keaksaraan terlepas dari kemampuan bawaan," demikian para akademisi

"Juga pada depresi yang memiliki hubungan kuat dengan demensia, hubungan sebab-akibat masih belujm jelas. "Jika depresi adalah cenderung tanda awal ketimbang pemicu, maka mengobati tak berarti dapat melindungi penderita dari demensia," imbuh laporan.

Membuat orang untuk lebih banyak mengonsumsi buah dan sayur pun masih dianggap sulit dilakukan. Dengan masalah-masalah itu, penelitia menyimpulkan solusi praktis jangka pendek adalah mencegah diabetes, yang dalam studi sebelum telah terbukti menjadi faktor penyebab.

Menanggapi laporan itu, seorang guru besar sekaligus direktur riset dari Masyarakat Alzheimer, Clive Ballard berkata, "Pencegahan efektif diabetes, depresi dan penyakit jantung secara potensial dapat meningkatkan harapan hidup jutaan orang yang terkena dampak jahat penyakit itu. Tentunya juga mengurangi milyaran dolar yang dihabiskan setiap tahun di pusat perawatan demensia."

04/12/10

Perangi Kanker Mematikan dengan Ubi Ungu

Liputan6.com, Jakarta: Kehilangan tujuh anggota keluarganya karena penyakit kanker membuat Adi Kharisma tertantang mencari solusi pencegah kanker. Pada 2006, ia menemukan ubi ungu yang berserat alami dan kadar antosianin yang tinggi untuk menyerap racun sekaligus membunuh sel kanker.

Adi tak menyimpan sendiri temuannya. Ia mengolah beragam makanan dari ubi ungu untuk dijual dalam bentuk menarik seperti es krim, burger, sate, hingga bakpao. Karena temuannya, pria berusia 51 tahun ini kerap menjadi pembicara seminar dan konferensi internasional tentang makanan sehat di antaranya di Italia, Jepang, dan Cile.

Gerai makanan olahan ubi juga tersebar di Jakarta dan Bali. Sehat sudah pasti, rasanya Ternyata, banyak orang yang menggemari ubi ungu ini karena rasanya yang manis. Buat menjaga kualitas ubinya, Adi menanam sendiri bibit ubi dari Jepang di lahan seluas satu hektare di daerah Badung, Bali.

Kendati telah mendapat pengakuan di dunia internasional, Adi justru berharap ubi ungu mendapat tempat di Tanah Air. Agar lebih banyak orang yang merasakan manfaat ubi, Adi berencana membuka gerai di Jepang dan Amerika.(BJK/ANS)

Tanda-tanda Kanker Pada Pria

VIVAnews - Pria yang bergaya hidup buruk lebih rentan terhadap penyakit kanker dibandingkan wanita. Hal itu dikemukakan oleh World Cancer Research Fund (WCRF).

Karena itu, layaknya wanita, pria juga perlu tahu gejala-gejala kanker yang bisa dialaminya. Pengetahun ini bukan untuk membuat pria cemas atau takut. Tapi, merupakan antisipasi yang baik. Gangguan-gangguan yang selama ini mungkin dianggap remeh, bisa jadi itu merupakan tanda adanya penyakit kanker di dalam tubuh pria.

Seperti dikutip dari Methods Of Healing, masalah kelelahan fisik, batuk menahun, perubahan kulit, sulit menelan makanan, gangguan pencernaan, sampai masalah buang air kecil, jika berlangsung dalam waktu lama, sebaiknya jangan disepelekan, dan segera periksakan ke dokter.

Inilah gejala-gejalanya:

Kelelahan

Tahukah Anda, orang yang sering merasa kelelahan meski sudah beristirahat, kemungkinan itu merupakan gejala adanya kanker dalam tubuh. Jelas, kelelahan disebabkan oleh masalah kesehatan lainnya. Rasa sering lelah dapat terjadi setelah kanker menyebar.

Namun, menurut American Cancer Society, kelelahan dapat terjadi pada tahap awal, seperti kasus leukemia, kanker usus besar atau kanker lambung.

Jika sering merasa sangat lelah, sebaiknya segera konsultasi ke dokter. Dokter akan mengevaluasi kesehatan dan menjelaskan apa masalah masalah sekaligus bagaimana mengatasinya.

Batuk berkepanjangan

Batuk merupakan gejala yang sudah umum ketika akan flu atau alergi. Namun, jika batuk berkepanjangan atau berlangsung sampai lebih dari tiga minggu, ini tidak boleh diabaikan. Selain bisa menunjukkan adanya masalah kesehatan lain, misalnya bronkitis, kondisi ini juga dapat jadi pertanda sel-sel kanker sedang berkembang dalam tubuh.

Jika ini terjadi, segera periksakan kesehatan paru-paru. Tujuannya, untuk memastikan apakah paru-paru bekerja dengan baik. Bagi perokok, mungkin dokter akan merekomendasikan dilakukan pemeriksaan radiografi.

Kesulitan menelan

"Beberapa pria mungkin mengalami kesulitan menelan. Kondisi ini sebaiknya jangan dianggap wajar. Kesulitan menelan bisa menjadi tanda adanya kanker pencernaan atau kanker kerongkongan," kata pakar kesehatan, Dr Lichtenfeld.

Jika mengalami permasalahan ini, jangan biarkan berlarut-larut. Sebaiknya, langsung berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan merekomendasikan agar melakukan pemeriksaan USG, endoskopi atau tes lain untuk menemukan penyebab masalah kesehatan.

Gangguan pencernaan

Sering mengalami gangguan pada pencernaan bisa jadi merupakan tanda adanya kanker tenggorokan, kerongkongan atau perut. Karena itu, jika merasa mempunyai masalah pencernaan yang berlangsung cukup lama, jangan ragu untuk segera menemui dokter.

Melalui pemeriksaan kesehatan, dokter akan menentukan penyebab masalah. Lalu, dokter akan membantu perawatan apa yang dibutuhkan.

Perubahan kulit

"Anda harus hati-hati, tidak hanya ketika terjadi perubahan tahi lalat yang Anda miliki, tetapi juga perubahan warna kulit," kata Dr Mary Daly dari Fox Chase Cancer Center di Philadelphia. Para ahli kulit mengatakan bila telah melihat perubahan itu, jangan menunggu lebih dari seminggu untuk pergi ke dokter.

Ada perubahan di mulut

Bagi perokok, sebaiknya berhati-hati dengan munculnya bintik-bintik putih pada mulut atau area lidah. Perubahan ini mungkin menunjukkan adanya leukoplakia atau daerah prakanker yang dapat berkembang menjadi kanker mulut. Jika melihatnya, sebaiknya segera pergi ke dokter. Dokter akan memeriksa untuk mendeteksi kemungkinan adanya penyakit.

Masalah buang air kecil

Gangguan ini sering juga terkait pada usia. Pria merasa selalu ingin buang air kecil. Bahkan, mereka memiliki perasaan kandung kemih tidak pernah kosong. Jika masalah ini semakin menyusahkan, berkonsultasilah ke dokter. Dokter akan memeriksa apakah kelenjar prostat bermasalah. Dokter mungkin juga merekomendasikan tes darah untuk mengecek kadar antigen spesifik prostat atau PSA. (pet)

5 Fakta Penting Seputar Organ Intim Wanita

VIVAnews - Tidak perlu malu bertanya seputar vagina. Sebagai wanita, Anda harus mengenali organ intim dengan baik. Perkaya informasi agar terhindar dari masalah kesehatan.

Tak ada salahnya menyimak lima fakta penting seputar vagina berikut ini, seperti dikutip dari laman womansday.com.

1. Membersihkan alami

Jauhkan sabun berbahan 'keras' untuk membersihkan vagina. Ada sistem pembersih alami di area intim Anda. "Vagina dibatasi oleh berbagai kelenjar yang menghasilkan cairan yang diperlukan untuk melumasi dan membersihkan diri," kata Lisa Stern, APRN, perawat yang bekerja dengan Planned Parenthood, Los Angeles, Amerika Serikat.

"Sebagian besar infeksi vagina yang saya lihat karena wanita berpikir bahwa mencuci vagina dengan sabun dan air itu cara terbaik. Padahal itu buruk, terlebih dengan sabun mandi," ujarnya.

Sabun mandi, terutama yang mengandung pewarna kimia atau parfum, dapat mengiritasi vagina dan menghilangkan pelumas serta senyawa baik di sekitarnya. Kondisi ini membuat bakteri anaerob dan ragi berkembang biak dan menyebabkan bau tak sedap dan gatal.

2. Melar saat bergairah

“Ukuran vagina rata-rata tiga hingga empat inci,” kata Lissa Rankin, ginekolog dan penulis buku "What's Up Down There? Questions You'd Only Ask Your Gynecologist If She Was Your Best Friend".

Terdengar sangat kecil, tetapi jangan khawatir karena vagina akan melar saat terangsang. Rankin menambahkan, ketika masih terasa sakit saat berhubungan seksual, sebaiknya menggunakan banyak pelumas dan bercinta secara lebih perlahan.

3. Keriput seiring penuaan

Vagina seperti wajah. Akan muncul keriput seiring bertambahnya usia. “Labia mungkin akan mengecil karena penurunan kadar estrogen, bantalan lemak pada labia menyusut dan bisa menyebabkan kekenduran," kata Dr Rankin.

Kulit bagian vulva akan menjadi lebih gelap atau lebih terang dan klitoris menyusut. Perubahan ini, yang sering dikaitkan dengan tingkat penurunan estrogen, perlu Anda ketahui tidak memengaruhi kepuasan bercinta.

4. Berubah setelah melahirkan

Pasca persalinan, vagina terlihat tidak begitu banyak mengalami perbedaan. Tetapi, seringkali wanita yang telah melahirkan merasakan otot vaginanya kurang elastis dan mengendur. Untuk mengatasi hal ini, Rankin merekomendasikan senam kegel.

"Latihan kegel benar-benar dapat membantu. Anda bisa melakukannya di mana saja, kapan saja. Hanya dengan menahan otot-otot ketika sangat buang air kecil. Tahan selama beberapa detik pada dan ulangi 10 set atau lebih.

5. Mirip otot bisep

Menurut Rankin, memang benar, kalau vagina akan tetap sehat jika Anda 'menggunakannya' secara teratur. Seks bukan hanya untuk kepuasan tetapi juga menjaga jaringan vagina yang sensitif agar tetap sehat. Jika Anda mengabaikan vagina terlalu lama (tidak bercinta, tidak latihan kegel), dinding vagina bisa menjadi rapuh.

Bebas dari Virus Flu dalam 24 Jam

VIVAnews – Virus flu sangat mudah menyebar, apalagi di saat cuaca sedang tidak menentu. Ketika flu menyerang tubuh, tentunya bisa mengganggu aktivitas Anda. Bersin-bersin, tubuh lemas, mata berair, dan terkadang badan menggigil membuat Anda hanya bisa terkulai lemah di tempat tidur.

Ingin segera sembuh dari penyakit ini? Ada caranya agar Anda bisa meningkatkan metabolisme tubuh dan terbebas dari virus flu. Ikuti langkah-langkahnya, seperti dikutip dari The Sun.

Sarapan

Setelah bangun tidur dan merasa tubuh tidak fit, sebaiknya jangan lewatkan sarapan. Makan pagi sangat sangat penting untuk bahan bakar tubuh, terutama ketika daya tahan tubuh merosot.

Peneliti Belanda menyatakan, sarapan akan meningkatkan kadar gamma interferon dalam darah yang bertindak sebagai antivirus alami. Jadi, jangan melewatkan sarapan. Makanlah yang hangat-hangat, seperti bubur atau sup.

Lawan virus dengan kesibukan

Stres berkepanjangan memang bisa membuat Anda sakit, karena sistem kekebalan tubuh melemah. Tapi, Anda bisa menggunakannya untuk melawan flu. Caranya, carilah kesibukan. Hal ini bisa mengurangi gejala flu yang datang. Demikian diungkapkan Professor Jim Horne, ahli dari Universitas Loughborough.

Olahraga ringan

Peneliti dari University of Massachusetts menemukan, orang yang melakukan aktivitas fisik ringan tidak mudah terkena infeksi pernapasan atas, dibandingkan dengan mereka yang tidak banyak bergerak. Para peneliti percaya bahwa olahraga ringan akan mampu memperkuat fungsi kekebalan tubuh karena produksi sel darah putih meningkat.

Jika berolahraga, Anda akan melihat dua manfaat, kata Charles Matthews (salah satu peneliti). Satu, Anda tidak mudah terserang flu. Dua, seandainya Anda terserang flu, biasanya akan cepat sembuh. Anda bisa melakukan meditasi atau senam pernapasan agar tubuh lebih fit.

Konsumsi makanan tinggi protein

Menurut ahli, menyantap makanan tinggi protein selain membuat Anda kenyang lebih lama, juga baik untuk daya tahan tubuh. Ahli gizi, Dr Sarah Schenker, mengatakan protein diperlukan untuk mendorong sistem kekebalan tubuh.

Minum teh hijau

Buatlah minuman teh hijau hangat di sore hari, ini akan membuat tubuh hangat. Menurut peneliti Kanada teh hijau bisa mendorong tubuh melawan perkembangan virus. Dalam teh hijau, ditemukan suatu senyawa kimia yang dapat menghentikan aktivitas replikasi atau penggandaan virus.

Hangatkan diri

Kenakan pakaian hangat. Hal ini bisa membantu Anda melawan flu. Gunakan pakaian yang lebih longgar agar peredaran darah Anda tetap lancar.

Istirahat cukup

Sehari, idealnya tidur dilakukan sekitar delapan jam. Menurut riset, kekurangan istirahat, akan memerosotkan sistem kekebalan tubuh sampai 50 persen. Jadi, agar tubuh kembali sehat di keesokan harinya, usahakan tidur cukup di malam hari. (pet)

MELATIH DISIPLIN PADA ANAK

VIVAnews - Setiap keluarga mempunyai cara sendiri-sendiri untuk menanamkan disiplin pada anak. Walau berbeda, sebenarnya tujuannya sama, yaitu menangani anak bandel atau yang bertingkah nakal.

Ketika Anda melihat si kecil berbuat kenakalan, entah itu di rumah, saat jalan-jalan di mal, atau ketika berkunjung rumah tetangga, mungkin secara refleks Anda akan berteriak, “Berhenti!” Atau, bisa jadi Anda akan memukul si kecil agar tidak melanjutkan perbuatannya.

Tahukah Anda, menurut pakar psikologi anak, menangani anak nakal dengan cara berteriak atau memukul dapat menimbulkan efek negatif pada emosi si kecil. Agar disiplin bisa dilatih sejak dini, kenali cara lain yang lebih efektif untuk buah hati Anda, seperti dikutip dari laman Modern Mom.

Beda usia, beda cara

Pertimbangkan usia anak Anda. Cara menanamkan disiplin pada anak tidak sama di tiap usia. Beda usia, beda cara. Misalnya, untuk anak berusia 15 bulan, Anda bisa menggunakan cara pengalihan perhatian untuk membuatnya disiplin. Berbeda dari anak usia yang lebih muda atau lebih tua dari itu, Anda mengabaikan mereka jika merengek-rengek atau bertindak tidak tepat, untuk mendapatkan perhatian Anda.

Beri contoh

Contohkan perilaku yang baik agar si kecil menirunya. Menurut penelitian, teknik itu selalu direspon baik oleh anak-anak. Sebab, memberi si kecil contoh dari apa yang harus dilakukan, bukan apa yang tidak boleh dilakukan.

Anak-anak lebih mudah meniru perilaku orang dewasa. Mereka lebih mudah menerima pendekatan itu dari pada diberi tahu apa yang tidak boleh mereka lakukan.

Berpegang pada aturan

Tetaplah berpegang pada aturan yang Anda tetapkan untuk buah hati. Setelah memberitahu harapan Anda pada si kecil, hal ini akan memperkuat perilaku yang ingin Anda lihat dari si kecil.

Beri penghargaan

Anda harus ingat untuk selalu menghargai anak Anda setiap kali dia menunjukkan perilaku baik. Lontarkan pujian kepada si kecil tidak hanya lewat kata-kata, tapi juga menawarkan hadiah favoritnya. Si kecil tentu akan merasa Anda benar-benar bangga pada dirinya sendiri.

Ungkapkan ketidaksetujuan Anda

Selalu ungkapkan pendapat Anda jika Anda merasa tingkahnya tidak tepat. Jelaskan kepadanya tentang perilaku yang tidak baik itu. Mengekspresikan pendapat Anda merupakan pendidikan keluarga yang bagus. Ini akan efektif mengubah perilaku si kecil.

Konsekuensi

Jika anak tidak disiplin atau melakukan kesalahan untuk pertama kalinya, segera ungkapkan kalau ia bersalah. Hal itu untuk menghindari ia melakukan kesalahan untuk kedua kalinya. Katakan juga padanya setiap kesalahan memiliki konsekuensi, salah satunya adalah hukuman. Hukuman bisa berupa tidak mengizinkannya menonton televisi beberapa hari atau memotong uang jajannya sementara waktu.

Jangan berikan hukuman fisik seperti memukul, hal itu hanya akan menimbulkan trauma dan bisa meregangkan hubungan Anda dengannya. Memberikan hukuman atau konsekuensi atas kesalahan anak juga melatih perkembangan psikologisnya. Mereka jadi lebih peka dan berpikir panjang sebelum melakukan sesuatu kesalahan. (pet)